Selasa, 29 November 2016

TAUHID

Pengertian Tauhid dalam bahasa arab merupakan mashdar (kata suatu benda dari sebuah kata kerja) berasal dari kata wahhada. Apabila yang dimaksud wahhada syai’a berarti menjadikan sesuatu itu menjadi satu. Sedangkan menurut ilmu syariat mempunyai arti mengesakan terhadap Allah dalam sesuatu hal yang merupakan kekhususan bagi-Nya, yaitu yang berupa Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma’ Wa Shifat ( Al-Qaulul Mufiiid Syarh Kitabi At-Tauhid).
Kata tauhid itu sendiri merupakan sebuah kata yang terdapat di dalam beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana di dalam hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, “Kamu akan datangi suatu kaum ahli kitab, maka jadikanlah materi dalam dakwah yang akan kamu sampaikan pertama kali yaitu agar mereka mentauhidkan terhadap Allah”.
Begitu pula dalam perkataan para sahabat Nabi, “Rasulullah membaca tahlil dengan tauhid”. Dalam pengucapan beliau labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, ucapan talbiyah yang dilantunkan saat memulai ibadah haji. Dengan demikian kata-kata tauhid adalah kata syar’i dan juga terdapat di dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyah li Syaikh Shalih Alu Syaikh).

Pembagian Tauhid di dalam Al Qur’an

ilustrasi pembagian tauhid
abumuhammadblog.wordpress.com
Pembagian yang sangat populer di kalangan para ulama adalah pembagian pemahaman tauhid menjadi tiga bagian, yaitu tauhid berupa rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Pembagian tersebut terkumpul dalam firman atau sabda Allah di dalam Al Qur’an:
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً
“Rabb (penguasa) langit dan bumi serta segala sesuatu yang berada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan teguhkan hati dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu tahu bahwa ada seorang yang sama dengan Dia (yang berhak disembah)?” (Maryam: 65).
Perhatikan ayat di atas:
  1. Dalam firman-Nya (رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ) (Rabb yang menguasai langit dan bumi) merupakan ketetapan tauhid rububiyah.
  2. Dalam firman-Nya (فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ) (maka sembahlah Dia serta berteguh hatilah ketika dalam beribadah kepada-Nya) merupakan ketetapan tauhid uluhiyah.
  3. Dan dalam firman-Nya (هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً) (Apakah kamu mengetahuinya bahwa ada seorang yang sama dengan Dia?) merupakan ketetapan tauhid asma’ wa shifat.
Berikut penjelasan ringkas tentang tiga macam tauhid tersebut: Tauhid rububiyah artinya adalah mengesakan Allah di dalam hal penciptaan, kepemilikan serta pengurusan. Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini di dalam firman Allah:
أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
“Ingatlah, yang menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak bagi Allah” (Al- A’raf: 54).
Tauhid uluhiyah ataupun tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah dikarenakan penisbatanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan disebut tauhid ibadah dikarenakan penisbatannya kepada makhluknya atau hambanya. Adapun maksud tersebut ialah pengesaan Allah dalam hal ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah lah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ
”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hakiki dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah yang batil” (Luqman: 30).
Tauhid asma’ wa shifat. Maksud dari hal ini adalah pengesaan terhadap Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama dan sifat-sifat yang jadi milik-Nya. Tauhid ini mewakili dua hal yaitu ketetapan dan kenafian, berarti kita harus menetapkan nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah seperti halnya yang ditetapkan bagi diri-Nya.
Dalam kitab-Nya maupun sunnah nabi-Nya, dan tidak membuat sesuatu yang sama dengan Allah terhadap nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat terhadap Allah tidak boleh melaksanakan ta’thil, tahrif, tamtsil, ataupun takyif. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
”Tidak ada satupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11).
Sebagian dari ulama membagi tauhid menjadi dua  yaitu tauhid di dalam ma’rifat wal itsbat (pengenalan dan penetapan) dan tauhid fii thalab wal qasd (tauhid dalam tujuan ibadah). Apabila dengan pembagian semacam ini maka tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa shifat masuk dalam golongan yang pertama sedang tauhid uluhiyah termasuk golongan yang kedua (Lihat Fathul Majid 18).
Pembagian tauhid dengan metode seperti di atas termasuk hasil penelitian dari para ulama terhadap semua dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga pembagian tersebut tidak termasuk bid’ah karena mempunyai landasan dalil yang diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kaitan Antara Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

gambar kaitan tauhid rububiyah dan uluhiyah
slideshare.net
Antara tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Tauhid rububiyah yaitu yang mengkonsekuensikan tauhid uluhiyah. Artinya pengakuan seseorang kepada tauhid rububiyah yang mengharuskan pengakuannya kepada tauhid uluhiyah.
Barangsiapa yang sudah mengetahui bahwasannya Allah adalah Tuhan yang menciptakannya dan mengatur semua urusannya, maka dia wajib beribadah hanya kepada Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Sedang tauhid uluhiyah mengandung di dalamnya tauhid rububiyah.
Artinya, tauhid rububiyah termasuk dalam bagian dari tauhid uluhiyah. Barangsiapa yang melaksanakan ibadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya, pasti dia yakin bahwa Allahlah Tuhan dan penciptanya. Hal ini sama seperti halnya perkatan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam:
قَالَ أَفَرَءَيْتُم مَّاكُنتُمْ تَعْبُدُونَ {75} أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ اْلأَقْدَمُونَ {76} فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّي إِلاَّرَبَّ الْعَالَمِينَ {77} الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ {78} وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ {79} وَإِذَامَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ {80} وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ {81} وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ {82}
“Ibrahim berkata: “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah (75), kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu? (76), karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu ialah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam (77), (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang memberikan petunjuk kepadaku (78), dan Tuhanku, Yang Dia memberi makanan dan minuman kepadaku (79), dan apabila aku sedang sakit, Dialah Yang dapat menyembuhkanku (80), dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (81), dan Yang amat aku inginkan akan mengampuni kesalahanku di hari kiamat (82)” (Asy- Syu’araa’: 75-82).
Tauhid rububiyah dan uluhiyah kadang-kadang disebutkan secara bersamaan, maka ketika itu makna dan artinya berbeda, karena pada dasarnya ketika ada dua kalimat yang dilafadhkan secara bersama-sama dengan kata sambung menunjukkan dua hal yang berbeda. Hal ini sama dalam firman Allah:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ {1} مَلِكِ النَّاسِ {2} إِلَهِ النَّاسِ {3}
“Katakanlah;” Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia (1). Raja manusia (2). Sesembahan manusia (3)” (An-Naas: 1-3).
Makna Rabb di dalam ayat ini adalah raja yang mengatur manusia, sedangkan makna Ilaah yaitu sesembahan satu-satunya yang punya hak untuk disembah. Kadang-kadang tauhid uluhiyah atau rububiyah disebutkan sendiri-sendiri tanpa bergandengan.
Maka saat disebutkan salah satunya akan mencakup makna keduanya. Misalnya pada ucapan malaikat maut kepada mayit di alam kubur: “Siapa Rabbmu?”, yang artinya adalah: “Siapakah penciptamu dan sesembahanmu?” Hal ini juga sebagaimanan firman Allah:
الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلآَّ أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللهُ
“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: ”Tuhan (Rabb) kami hanyalah Allah” (Al-Hajj: 40).
قُلْ أَغَيْرَ اللهِ أَبْغِي رَبًّا
“Katakanlah:”Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah” (Al-An’am: 164).
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata “Rabb kami ialah Allah” lalu mereka istiqamah” (Fushshilat: 30). Penyebutan rububiyah di dalam ayat-ayat di atas mempunyai makna uluhiyah ( Lihat Al Irsyad ilaa Shahihil I’tiqad 27-28).

Isi Al-Qur’an Semuanya Tentang Tauhid

kandungan al-qur'an
nurmuhammad.com
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwasannya isi Al-Qur’an seluruhnya adalah tentang tauhid. Maksudnya karena isi di dalam Al-Qur’an menjelaskan hal-hal berikut:
  • Berita tentang Allah, nama-nama-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya, dan perkataan-Nya. Ini termasuk tauhidul ‘ilmi al khabari (termasuk di dalamnya terdapat tauhid rububiyah dan asma’ wa shifat). Seruan untuk beribadah hanyalah kepada Allah semata dan tiada yang mempersekutukan-Nya. Ini adalah tauhidul iraadi at thalabi (tauhid uluhiyah).
  • Berisi perintah serta larangan dan keharusan untuk taat kepada perintah Alloh dan menjauhi semua larangan-Nya. Hal tersebut merupakan huquuqut tauhid wa mukammilatuhu (hak-hak tauhid dan penyempurna tauhid).
  • Berita mengenai kemuliaan bagi orang yang bertauhid, tentang balasan-balasan kemuliaan di dunia dan balasan-balasan kemuliaan di akhirat. Ini termasuk dalam jazaa’ut tauhid (balasan bagi ahli tauhid).
  • Berita mengenai orang-orang yang musyrik, tentang balasan yang berupa siksa di dunia dan balasan atau azab di akhirat. Ini termasuk balasan terhadap orang yang menyelisihi hukum-hukum tauhid. Dengan demikian, Al-Qur’an seluruhnya mengandung tentang tauhid, hak-hak-Nya dan balasan-balasan-Nya.
  • Selain itu juga berisi tentang kebalikannya dari tauhid yaitu syirik, tentang orang-orang yang musyrik, dan balasan-balasan bagi mereka (Lihat Fathul Majid 19).
Demikianlah secarik pembahasan yang megenai pembagian tauhid. Semoga Allah Ta’ala selalu meneguhkan kita di atas jalan tauhid untuk mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Tauhid Secara Etimologi dan Terminologi

Kata Tauhid tentunya sering kita dengar, tapi sayang, ketika kita mendengar kata Tauhid tidak sedikitpun yang terdetik dihatinya untuk merinding. Padahal asal mula kata Tauhid berasal dari kitab yang sering kita pegang saat ini yakni Al Qur’an. Memahami dan mengamalkan Tauhid itu wajib bagi umat Muslim.
Sebagian dari suatu kelompok ada yang memaknai tauhid tersebut adalah bagian dari jihad. Dari hal berikut berarti kata Tauhid ini memiliki macam-macam arti?. Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari artikel ini tentang bagaimana menegakkan Tauhid dalam jiwa, kemudian mengapa harus Tauhid? Untuk dapat paham usaha dan berdo’a, butuh dilakukkan. jadi satu kesatuan dan tidak boleh dipisahkan.
Pola berfikir seperti (Usaha cari uang dulu yang banyak) baru dapat bisa tenang, pemikiran seperti itu salah, karena belum tentu umur kita sepanjang yang kita bayangkan. Dalam surat Ar-Ra’d dikatakan,“Alloh tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” jadikan esensi ayat tersebut bukan pada ruang lingkup yang sempit misal (harta,harta dan harta) akan tetapi haruslah universal.

Arti Tauhid Secara Etimologi

abd-holikulanwarislamic.blogspot.com
abd-holikulanwarislamic.blogspot.com
Dilihat dari kata Tauhid berasal dari kata wahhada, tawwahida, yuwahhidu, tauhida, baqiyah yang memiliki arti menjadikan sesuatu satu atau meng-Esakan. Jika dicermati di dalam bacaan Al Qur’an terdapat kata tawwahida (Bacaan ilmu fiqih Al Qur’an) lebih dari satu surat ialah (QS Al Anbiya 92 dan Al Mu’minun 52).
Dalam sejarah ada yang di beri gelar dengan sebutan Bapak Tauhid dan ditetapkan oleh Alloh di dalam surat Az Zukhruf 28, bahwa Nabi Ibrahim lah yang menjadi Bapaknya tauhid.

Arti Tauhid Secara Terminologi

fodina.se
fodina.se
Secara istilah yang digunakan untuk mencoba melakukan penjabaran arti etimologi lebih detail oleh ahlinya dengan berbahasa Indonesia itupun jelas, yaitu meng-Esakan Alloh hanya satu-satunya yang berhak disembah, sedangkan bentuk tindakan menyembah Alloh tidak hanya fokus pada rukun iman.
Alloh telah berfirman (QS Al Ashar 1-3) bahwa iman saling menasehati kebaikan dan beramal sholeh. Surat tersebut dapat dijadikan rujukan salah satu dari penjelasan Al Qur’an mengenai iman dan takwa. Berbuat mungkar dan keji termasuk seruan syaitan untuk keluar dari nilai Tauhid.
Barang siapa yang menjalankannya berarti? Syaitan ada pada golongan Jin dan Manusia. (QS An Naas 1-6) dan akan dipertanyakan kelak apakah belum ada yang memberi kepadamu peringatan? Jangan sampai menjawab, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Kau tentukan bagi kami.” (QS Al An Aam 128) dari kata sebagian tersebut berarti sebagian ada yang selamat dan sebagian ada yang celaka.
Yang berhak memilih selamat atau tidak tergantung pada diri masing-masing. Pernyataan Tauhid identik dengan peperangan adalah salah, yang benar adalah Tauhid identik dengan Iman dan Kesungguhan. Artikel terkait:

SUMBER:http://www.tandapagar.com/pengertian-tauhid/

Pengertian taat, macam-macam taat dan contoh perilaku taat

Pengertian taat, macam-macam taat dan contoh perilaku taat



Taat
A.    Pengertian taat
Kata taat berasal dari bahasa Arab taat yang memiliki makna menuruti atau mengikuti. Secara istilah taat berarti mengikuti dan menuruti keinginan atau perintah dari luar diri kita. Dengan kata lain, taat artinya tunduk, patuh saat kita mendapat perintah atau larangan untuk dihindari.
B.     Perilaku taat dalam keseharian
1.      Ketaatan kepada Allah SWT
Ketaatan kepada Allah SWT menempati posisi ketaatan tertinggi. Sebagai seorang muslim, tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat mengalahkan ketaatan kita kepada Allah SWT. Menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya merupakan cara menunjukkan ketaatan kita kepada Allah SWT.
2.      Ketaatan kepada Rasulullah SAW
Allah SWT menempatkan Rasulullah SAW dalam posisi yang terhormat dalam ketaatan seorang muslim. Allah SWT menyatakan bahwa menaati rasulullah sama dengan menaati Allah SWT. Hal ini karena perintah rasul berarti perintah Allah SWT.
3.      Ketaatan kepada Ulil Amri
Ketaatan tingkat ketiga adalah taat kepada ulil amri. Taat kepada ulil amri dapat diartikan sebagai taat pada orang tua, taat pada aturan masyarakat, taat pada norma yang berlaku, dan taat pada janji kita kepada teman. Ketaatan kepada ulil amri ini ada syarat-syarat tertentu. Syarat tertentu itu adalah tidak boleh bertentangan dengan aturan Allah SWT dan rasul-Nya. Ketika bertentangan dengan aturan Allah dan rasul-Nya, perintah ulil amri harus ditinggalkan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (H.R. Ahmad dari Ali r.a.)
C.    Contoh perilaku taat
·         Melaksanakan rukun iman, yaitu iman kepada Allah, malaikat, rasul, kitab, qada dan qadar, serta hari akhir.
·         Melaksanakan rukun islam, yaitu membaca kedua syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu.
·         Menaati peraturan yang dibuat pemerintah dan pihak-pihak tertentu yang memiliki kuasa, seperti tidak berbuat kekerasan, tidak melanggar peraturan lalu lintas, dan turut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial.
 
SUMBER: http://irwantoadi926.blogspot.co.id/2016/05/pengertian-taat-macam-macam-taat-dan.html

Pengertian dan Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran

Pengertian dan Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran



Dikarenakan banyak sahabat yang bertanya tentang perbedaan taaruf dan pacaran, berikut saya perjelas pembahasannya.. semoga bermanfaat *_^
1. Apakah defenisi dari Ta’aruf ?
Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah – taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

2. Apakah Perbedaan Pacaran dan Ta’aruf ?
Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli motor second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus motor itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan motor itu.
Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir motor yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi motor itu sendiri.
3. Ada Suatu Pertanyaan Seperti ini ?
a. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?
أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ..
“Katakan kepada kaum mukminin hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka .”
Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma dia berkata:
سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ
“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yg tiba-tiba ? mk beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”
Adapun suara dan ucapan wanita pada asal bukanlah aurat yg terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lbh dari tuntutan hajat dan tdk boleh melembutkan suara. Demikian juga dengan isi pembicaraan tidak boleh berupa perkara-perkara yg membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian maka suara dan ucapan menjadi aurat dan fitnah yg terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا
“Maka janganlah kalian berbicara dgn suara yg lembut sehingga lelaki yg memiliki penyakit dlm kalbu menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yg ma’ruf / baik .”
Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabat lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingan dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tdk berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.
4. Proses Ta’aruf
Lalu bagaimana proses taaruf yang syar’i sehingga menuju pernikahan yang barokah?
Yang pertama yaitu tidak boleh menunggu, misalnya jarak antara taaruf dengan pernikahan selama satu tahun. Si akhawat diminta menunggu selama satu tahun karena ikhwannya harus bekerja terlebih dahulu atau harus menyelesaikan kuliah dulu. Hal ini jelas mendzolimi akhwat karena harus menunggu, dan juga apa ada jaminan bahwa saat proses menunggu itu tidak ada setan yang mengganggu??
Yang kedua adalah tidak boleh malu-malu, jadi kalau memang sudah siap untuk menikah sebaiknya segera untuk mengajukan diri untuk bertaaruf. Apabila malu-malu maka proses Ta’aruf akan tidak terjadi atau tidak akan lancar dalam prosesnya, nah jadi repot sendiri kita.
Kemudian yang ketiga dapat melalui jalur mana saja. Maksudnya adalah kita bisa meminta bantuan siapa saja untuk mencarikan calon pendamping kita, mulai dari orang tua, murobbi, saudara, kawan atau orang-orang yang dapat kita percaya.
Etika selama bertaaruf yaitu jangan terburu-buru menjatuhkan cinta. Misalnya ketika kita mendapatkan satu biodata calon pasangan tanpa mengenal lebih dalam, tiba-tiba sudah yakin dengan pilihan itu. Alangkah baiknya jika mengenal lebih dalam mulai dari kepribadian, fisik, dan juga latar belakang keluarganya, sehingga nanti tidak seperti membeli kucing dalam karung. Akan tetapi tidak terburu-buru dalam menjatuhkan cita itu juga tidak boleh terlalu lama dan bertele-tele. Sebaiknya menanyakan hal yang penting dan to the point. Hal ini juga untuk menghindari godaan setan yang lebih dahsyat lagi.
Proses taaruf dikatakan selesai jika sudah mendapatan tiga hal yaitu
1. Tentang budaya keluarga,
2. proyeksi masa depan dan
3. visi hidup dari masing masing.
Nah jika ketiga hal ini sudak didapatkan maka proses taaruf selesai, dan berlanjut ke tingkat berikutnya apakan dilanjutkan atau tidak. Jika iya maka segera untuk ditindak lajuti bersama dengan pihak keluarga kedua belah pihak kalau istilah jawanya “rembug tuwo”. Dan ingat pada saat proses menunggu datangnya hari bahagia itu godaan setan akan bertumpuk-tumpuk, akan ada saja yang menggoda kita melalui berbagai macam hal. Jadi untuk menghindari itu perbanyak dzikir mengingat Allah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Karena dengan itu maka Allah akan senantiasa melindungi hati kita, pikiran kita dan tindakan kita dari hal-hal yang dilarang.
5. Kesimpulan
Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing, karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah.
Wallahul musta’an
(Allah-lah tempat meminta pertolongan).
Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.
Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda:
“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR. Muslim)
Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab.
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”
Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor, yaitu melihat wanita yang hendak dilamar. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus .
Semoga Membawa Manfaat.
Wallahu a’lam.

SUMBER: https://sahabatdarihati.wordpress.com/2013/04/16/pengertian-dan-perbedaan-taaruf-dan-pacaran/

TANAH

18 Jenis Jenis Tanah di Indonesia : Manfaat, Persebaran, Gambarnya

Advertisement
Tanah (soil) merupakan lapisan teratas dari bumi. Tanah sangat penting bagi manusia karena kehidupan manusia berada di atasnya. Tanah terbentuk dari bebatuan yang mengalami pelapukan. Proses pelapukan ini terjadi dalam waktu yang lama bahkan hingga ratusan tahun. Pelapukan batuan menjadi tanah juga dibantu dengan beberapa mikroorganisme, perubahan suhu dan air. Jenis tanah dari satu daerah dengan daerah lainnya berbeda tergantung dari komponen yang ada di dalam daerah tersebut. Komponen yang ada di dalam tanah yang baik untuk tanaman adalah tanah yang mengandung mineral 50%, bahan organik 5% dan air 25%. Pengaruh letak astronomis dan geografis di Indonesia sangat penting dalam membentuk berbagai macam tanah.
Jenis-jenis tanah yang ada di dunia berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya tergantung pada lingkungan yang ada di dalam daerah tersebut (Baca : fungsi lingkungan hidup bagi manusia).

1. Tanah Aluvial

tanah AluvialTanah aluvial merupakan jenis tanah yang terjadi karena endapan lumpur biasanya yang terbawa karena aliran sungai. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir karena dibawa dari hulu. Tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu.
Karakteristik
Tanah ini sangat cocok untuk pertanian baik pertanian padi maupun palawija seperti jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya karena teksturnya yang lembut dan mudah digarap sehingga tidak perlu membutuhkan kerja yang keras untuk mencangkulnya.
Persebaran
Tanah ini banyak tersebar di Indonesia dari sumatera, Kalimantan, Sulawesi, papua dan jawa.

2. Tanah Andosol

tanah andosol
Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur dan baik untuk tanaman.
Karakteristik
Warna dari tanah andosol coklat keabu-an. Tanah ini sangat kaya dengan mineral, unsure hara, air dan mineral sehingga sangat baik untuk tanaman. Tanah ini sangat cocok untuk segala jenis tanaman yang ada di dunia. persebaran tanah andosol biasanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi.
Persebaran
Di Indonesia sendiri yang merupakan daerah cincin api banyak terdapat tanah andosol seperti di daerah jawa, bali, sumatera dan nusa tenggara.

3. Tanah Entisol

tanah entisol
Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan lapili.
Karakteristik
Tanah ini juga sangat subur dan merupakan tipe tanah yang masih muda. Tanah ini biasanya ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi bisa berupa permukaan tanah tipis yang belum memiliki lapisan tanah dan berupa gundukan pasir seperti yang ada di pantai parangteritis Jogjakarta.
Persebaran
Persebaran tanah entisol ini biasanya terdapat disekitar gunung berapi seperti di pantai parangteritis Jogjakarta, dan daerah jawa lainnya yang memiliki gunung berapi.

4. Tanah Grumusol

tanah Grumusol
Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organic di dalamnya rendah karena dari batuan kapur jadi dapat disimpulkan tanah ini tidak subur dan tidak cocok untuk ditanami tanaman.
Karakteristik
Tekstur tanahnya kering dan mudah pecah terutama saat musim kemarau dan memiliki warna hitam. Ph yang dimiliki netral hingga alkalis. Tanah ini biasanya berada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut dan memiliki bentuk topografi datar hingga bergelombang. Perubahan suhu pada daerah yang terdapat tanah grumusol sangat nyata ketika panas dan hujan.
Persebaran
Persebarannya di Indonesia seperti di Jawa Tengah (Demak, Jepara, Pati, Rembang), Jawa Timur (Ngawi, Madiun) dan Nusa Tenggara Timur. Karena teksturnya yang kering maka akan bagus jika ditanami vegetasi kuat seperti kayu jati.

5. Tanah Humus

tanah humus
Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur.
Karakteristik
Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak karena pelapukkan tumbuhan hingga warnanya agak kehitam hitaman.
Persebaran
Tanah ini terdapat di daerah yang ada banyak hutan. Persebarannya di Indonesia meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua dan sebagian wilayah dari Sulawesi.

6. Tanah Inseptisol

Tanah Inseptisol
Inseptol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak kecoklatan dan kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah ini juga dapat menopang pembentukan hutan yang asri.
Karakteristik
Ciri-ciri tanah ini adalah adanya horizon kambik dimana horizon ini kurang dari 25% dari horizon selanjutnya jadi sangatlah unik. Tanah ini cocok untuk perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit.Serta untuk berbagai lahan perkebunan lainnya seperti karet.
Persebaran
Tanah inseptisol tersebar di berbagai derah di Indonesia seperti di sumatera, Kalimantan dan papua.

7. Tanah Laterit

Tanah Laterit
Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya cukup fimiliar di berbagai daerah, terutama di daerah desa dan perkampungan.
Karakteristik
Tanah laterit termasuk dalam jajaran tanah yang sudah tua sehingga tidak cocok untuk ditanami tumbuhan apapun dan karena kandungan yang ada di dalamnya pula.
Persebaran
Persebarannya sendiri di Indonesia meliputi Kalimantan, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

8. Tanah Latosol

tanah Latosol
Jenis tanah ini juga salah satu yang terdapat di Indonesia, tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah latosol adalah warnanya yang merah hingga kuning, teksturnya lempung dan memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ini berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi pula serta pada ketinggian berkisar pada 300-1000 meter dari permukaan laut. Tanah latosol tidak terlalu subur karena mengandung zat besi dan alumunium.
Persebaran
Persebaran tanah latosol di daerah Sulawesi, lampung, Kalimantan timur dan barat, Bali dan Papua.

9. Tanah Litosol

tanah Litosol
Tanah litosol merupakan tanah yang baru mengalami perkembangan dan merupakan tanah yang masih muda. Terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme.
Karakteristik
Untuk mengembangkan tanah ini harus dilakukan dengan cara menanam pohon supaya mendapatkan mineral dan unsur hara yang cukup. tekstur tanah litosol bermacam-macam ada yang lembut, bebatuan bahkan berpasir.
Persebaran
Biasanya terdapat pada daerah yang memiliki tingkat kecuraman tinggi seperti di bukit tinggi, nusa tenggara barat, Jawa tengah, Jawa Barat dan Sulawesi.
sponsored links

10. Tanah Kapur

tanah kapur
Seperti dengan namanya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang mengalami pelapukan.
Karakteristik
Karena terbentuk dari tanah kapur maka bisa disimpulkan bahwa tanah ini tidak subur dan tidak bisa ditanami tanaman yang membutuhkan banyak air. Namun jika ditanami oleh pohon yang kuat dan tahan lama seperti pohon jati dan pohon keras lainnya.
Persebaran
Tanah kapur tersebar di daerah yang kering seperti di gunung kidul Yogyakarta, dan di daerah pegunungan kapur seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur.

11. Tanah Mergel

Tanah Mergel
Hampir sama dengan tanah kapur, jenis tanah ini juga berasal dari kapur, namun dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membedakan adalah ia lebih mirip seperti pasir. Tanah mergel terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah liat dan mengalami pembentukan dengan bantuan hujan namun tidak merata.
Karakteristik
Tanah ini subur dan bisa ditanami oleh persawahan dan perkebunan. Selain itu juga terdapat banyak mineral dan air di dalamnya.
Persebaran
Tanah ini banyak terdapat di daerah dataran rendah seperti di Solo (Jawa Tengah), Madiun dan Kediri (Jawa Timur).

12. Tanah Organosol

tanah Organosol
Tanah organosol terbentuk dari pelapukan benda organic seperti tumbuhan, gambut dan rawa. Biasanya terdapat di daerah yang memiliki iklim basah dan memiliki curah hujan tinggi.
Karakteristik
Ketebalan dari tanah ini sangat minim hanya 0.5 mm saja dan memiliki diferensiasi horizon yang jelas, kandungan organic di dalam tanah organosol lebih dari 30% dengan tekstur lempung dan 20% untuk tanah yang berpasir. Kandungan unsur hara rendah dan memiliki tingkat kelembapan rendah (PH 0,4) saja.
Persebaran
Tanah ini biasanya ditemukan di daerah pantai dan hampir tersebar di seluruh pulau di Indonesia seperti sumatera, papua, Kalimantan, jawa, Sulawesi dan nusa tenggara.

13. Tanah Oxisol

tanah Oxisol
Tanah oxisol merupakan tanah yang kaya akan zat besi dan alumunium oksida. Tanah jenis ini juga sering kita temui di daerah tropis di Indonesia dari daerah desa hingga perkotaan.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah oxisol ini antara lain adalah memiliki solum yang dangkal dan ketebalannya hanya kurang dari 1 meter saja. warnanya merah hingga kuning dan memiliki tekstur halus seperti tanah liat.
Persebaran
Biasanya terdapat di daerah beriklim tropis basah dan cocok untuk perkebunan subsisten seperti tebu, nanas, pisang dan tumbuhan lainnya.

14. Tanah Padas

tanah padas
Tanah padas sebenarnya tidak juga bisa dibilang sebagai tanah karena sangat keras hampir seperti dengan batuan.
Karakteristik
Hal ini dikarenakan kandungan air didalamnya hampir tidak ada karena tanah padas sangat padat bahkan tidak ada air. Unsur hara yang ada di dalamnya sangat rendah dan kandungan organiknya sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Tanah padas tidak cocok digunakan untuk bercocok tanam.
Persebaran
Jenis tanah ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia secara merata.

15. Tanah Pasir

tanah pasir
Seperti dengan namanya tanah pasir merupakan pelapukan dari batuan pasir.  Tanah ini biasanya banyak di daerah sekitar pantai atau daerah kepulauan.
Karakteristik
Tanah pasir tidak memiliki kandungan air dan mineral karena teksturnya yang sangat lemah. Tanah pasir akan sangat mudah ditemukan di daerah yang berpasir di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah tanah pasir terluas di dunia. Jenis tanaman yag cocok untuk tanah ini adalah umbi-umbian.
Persebaran
Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki persebaran tanah pasir.

16. Tanah Podsol

tanah podsol
Tanah podsol memiliki berbagai campuran tekstur mulai pasir hingga bebatuan kecil.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah podsol antara lain tidak memiliki perkembangan profil, warnanya kuning hingga kuning keabuan serta memiliki tekstur pasir hingga lempung. Kandungan organiknya sangat rendah karena terbentuk dari curah hujan yang tinggi tapi suhunya rendah.
Persebaran
Persebaran tanah ini antara lain meliputi Kalimantan utara, Sulawesi utara dan papua serta daerah lainnya yang tidak pernah kering alias selalu basah.

17. Tanah Podsolik Merah Kuning

tanah Podsolik
Tanah ini sangat mudah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia karena persebarannya yang hampir rata.
Karakteristik
Tanah ini bewarna merah hingga kuning dan kandungan organic serta mineralnya akan sangat mudah mengalami pencucian oleh air hujan. Oleh karena itu untuk menyuburkan tanah ini harus ditanami tumbuhan yang memberikan zat organic untuk kesuburan tanah serta pupuk baik hayati maupun hewani.
Persebaran
Tanah ini dapat digunakan untuk perkebunan dan persawahan serta dapat ditemukan di Sumatera, Sulawesi, Papua, Kalimantan dan Jawa terutama jawa bagian barat.

18. Tanah Liat 

tanah liatTanah liat adalah jenis tanah yang terdiri dari campuran dari aluminium serta silikat yang memiliki diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat terbentuk dari adanya proses pelapukan batuan silika yang dilakukan oleh asam karbonat dan sebagian diantaranya dihasilkan dari aktivitas panas bumi.
Karakteristik
Tanah liat tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia secara merata. Biasanya digunakan untuk membuat kerajinan hingga keperluan lainnya. Tanah liat biasanya memiliki warna abu abu pekat atau hampir mengarah ke warna hitam, biasanya terdapat di bagian dalam tanah ataupun di bagian permukaan.
Persebaran
Tanah liat hampir tersebar secara merata di seluruh wilayah di Indonesia, hanya yang membedakannya adalah kedalaman tanah tersebut.
Sponsors Link

Cara Merawat Tanah

Pendekatan konsep geografi yang benar akan memudahkan dalam merawat tanah. Tanah merupakan lapisan bumi yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu sangat wajib untuk merawat tanah supaya lebih subur dan tidak mudah rusak karena dapat menjadi penyebab banjir atau bencana lainnya seperti erosi tanah (Baca  :  Cara mencegah erosi tanah) dan tanah longsor (Baca : cara mencegah tanah longsor). Cara yang dapat dilakukan antara lain:
  • Melakukan pemupukan
Pemupukan yang harus dilakukan tidaklah menggunakan pupuk kimia namun menggunakan bahan organic. Seperti dengan menanami tanah dengan tumbuhan dan nantinya tumbuhan akan menghasilkan kandungan yang dibutuhkan oleh tanah. Jadi, jangan segan untuk menanam pohon ya, selain baik untuk alam karena memproduksi oksigen juga sangat baik untuk keberlangsungan kehidupan manusia.
  • Rotasi Tanaman
Lakukanlah rotasi tanaman supaya tanah tidak kehilangan keseimbangannya karena diambil beberapa zat nya saja sedangkan zat lainnya tetap ada. Rotasilah tanaman supaya tanah juga bisa menjadi lebih subur.
  • Mengolah Sampah
Bila anda memiliki sampah plastic jika sudah tidak bisa didaur ulang sebaiknya untuk membakarnya saja. hal ini dikarenakan plastik tidak mudah diuraikan dan membutuhkan waktu lama hingga 100 tahun. Jadi, bisa dibayangkan jika anda membuang sampah plastik sembarangan dan akibatnya pada kesuburan tanah.
Tanah adalah nyawa seluruh penduduk bumi, ia juga merupakan penopang langkah kita berpijak di bumi. Oleh karena itu ia wajib kita jaga bersama sama.


SUMBER :http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/jenis-jenis-tanah

Pengertian, syarat, manfaat, unsur dan jenis peta

Pengertian, syarat, manfaat, unsur dan jenis peta

1. Pengertian Peta

Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan ukuran skala tertentu.

Orang yang ahli dalam pembuatan peta di sebut sebagai kartografer, sementara badan pembuatan peta di Indonesia bermacam-macam, antara lain: Bokosurtanal ( Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional), Dinas Topografi dan sebagainya.
Pengertian, syarat, manfaat, unsur dan jenis peta


2. Syarat Peta

Syarat yang harus dimiliki sebuah peta adalah:

a. Conform

Conform adalah bentuk peta yang di gambar harus sebangun dengan keadaan sebenarnya di lapangan.

b. Equidistance

Equidistance adalah jarak di peta dikalikan skalanya harus sama dengan jarak sebenarnya di lapangan.

c. Equivalent

Equivalent adalah daerah atau bidang yang digambar di peta setelah diperhitungkan dengan skalanya harus sama dengan keadaan sebenarnya.

3. Manfaat Peta

Manfaat peta antara lain adalah:
a. Memberikan gambaran fisiografis secara umum permukaan bumi dan suatu daerah / wilayah (bentuk, relief, iklim, jenis tanah. jenis vegetasi).
b. Menunjukkan dan menggambarkan lokasi atau letak suatu kawasan atau wilayah atau obyek geografis lainnya.
c. Memperlihatkan ukuran (luas, bentuk, arah, dan jarak) suatu obyek geografi peta.
d. Mengetahui keadaan sosial, budaya, ekonomi suatu daerah (jumlah penduduk, persebaran penduduk).
e. Dapat menjadi alat bantu pendidikan untuk mempelajari muka bumi dan segala fenomena geografi.
f. Dapat menjadi alat bantu analisis suatu penelitian.

4. Unsur-unsur Peta

Unsur-unsur peta yang tertera adalah antara lain:

a. Judul peta

Judul peta memberikan informasi yang digambarkan serta tempat data tersebut di ambil.

b. Skala peta

Skala peta adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak antara peta dan jarak sesungguhnya, skala peta dibagi menjadi dua , yaitu:
1. Skala angka
Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan angka.
2. Skala garis
Skala garis adalah skala menggunakan gambar garis untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di bumi.

c. Garis astronomi

Garis astronomi adalah sebidang garis yang terdiri dari garis lintang dan bujur yang mewakili ukuran derajat, menit, dan detik. Garis astronomi mencerminkan letak absolut suatu tempat.

d. Arah / tanda orientasi

Tanda orientasi dicantumkan untuk mengetahui orientasi peta, sehingga pembaca dapat mengetahui arah tempat yang dipetakan.

e. Legenda / keterangan

Legenda merupakan keterangan dari tanda yang terdapat pada peta agar pembaca lebih mudah memahami isi peta.

f. Simbol peta

Simbol peta adalah tanda yang digunakan untuk mewakili kenampakan sebenarnya pada peta, meliputi kenampakan alami sebuah sungai, gunung, danau dan lain-lain dan kenampakan buatan seperti jembatan, gedung sekolah, dan lain-lain.
Simbol peta di bedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Simbol titik
Digunakan untuk menggambarkan penyebaran berbagai fenomena di permukaan bumi.
2. Simbol garis
Digunakan untuk mewakili data geografis yang berhubungan dengan jarak.
3. Simbol luasan / bidang / area
Digunakan untuk mewakili suatu area dengan simbol yang mencakup kawasan luasan tertentu.

g. Inset

Inset adalah sebuah penjelasan daerah pada peta berupa peta kecil yang terdapat pada peta utama.

h. Warna

Tujuan penggunaan warna pada peta adalah untuk menunjukkan perbedaan keadaan wilayah, menunjukkan kualitas (perbedaan obyek) dan kuantitas (jumlah nilai tertentu) serta memberi nilai keindahan peta.

i. Sumber data dan tahun pembuatan

Untuk mengetahui dasar pembuatan dari sebuah peta.

j. Lettering

Lettering adalah tulisan atau angka untuk mempertegas makna simbol-simbol yang ada pada peta.

j. Garis tepi

Garis tepi adalah batas tepi peta dan berfungsi untuk meletakkan garis-garis astronomis beserta derajat-derajat (garis lintang dan bujur).

5. Jenis Peta

Jenis peta dapat di bedakan menjadi :

a. Jenis peta berdasarkan isinya

1. Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh bentuk kenampakan alam yang ada di permukaan bumi, baik kenampakan asli maupun kenampaka buatan.
[post_ads]
Peta Umum di bedakan lagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Peta Dunia
Peta dunia adalah peta yang mengfgambarkan bentuk dan letak muka bumi serta wilayah setiap negara di dunia dengan skala tertentu.
b. Peta Topografi
Atau biasa disebut peta rupa bumi yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi beserta tinggi rendahnya.
c. Peta Korografi
Peta korografi adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi, baik sebagian maupun seluruhnya yang bercorak luas dan dengan skala kecil.
2. Peta Khusus
Peta khusus adalah peta yang menggambarkan suatu kenampakan alam tertentu yang ada dipermukaan bumi.

b. Jenis peta berdasarkan bentuknya

Jenis peta berdasar bentuknya dapat dibedakan menjadi:
1. Peta Digital
Peta yang digambarkan pada sebuah aplikasi komputer, biasanya menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).
2. Peta Timbul (relief)
Peta timbul atau relief adalah peta yang menggambarkan bentuk sebenarnya dari permukaan bumi.
3. Peta Datar
Peta datar adalah peta yang digambarkan dalam bidang datar berbentuk dua dimensi.

c. Jenis peta berdasarkan skalanya

Berdasarkan skalanya , peta dapat di bagi menjadi:
1. Peta Kadaster / Teknik
Peta kadaster atau teknik adalah peta yang memiliki skala antara 1:100 hingga 1:5.000. Banyak dipakai oleh Departemen Dalam Negeri dan Dinas Agraria (Badan Pertanahan Nasional).
2. Peta Skala Besar
Peta ini memiliki skala antara 1:5.000 hingga 1:250.000 yang digunakan untuk menggambarkan daerah dengan skala sempit, seperti peta kecamatan.
3. Peta Skala Menengah
Memiliki skala antara 1:250.000 hingga 1:500.000 yang digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak lyuas , seperti peta provinsi.
4. Peta Skala Kecil
Memiliki skala antara 1:500.000 hingga 1:1.000.000 atau lebih yang digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas , seperti benua atau dunia.

SUMBER:http://www.eventzero.org/pengertian-syarat-manfaat-unsur-dan-jenis-peta/

JENIS GITAR

JENIS – JENIS GITAR

Posted: Jun 20, 2014 in amira official
2
Jenis Gitar
Ada pelbagai jenis gitar dan boleh dibahagikan kepada beberapa kategori. Di sini aku nak bincang 3 jenis gitar yang paling umum iaitu electrical (gitar elektrik), acoustical (gitar akustik atau lebih popular dengan gitar kapok) dan classical (gitar klasik). Baca pro dan cons jenis-jenis gitar ini dan pilih gitar mengikut genre yang sesuai dengan muzik yang anda mahu mainkan.
Gitar elektrik
electric-guitarSeperti nama, gitar yang memerlukan elekrtik untuk berbunyi. (kalau takde letrik pun bunyi jugak, tapi bunyi macam nyamuk la) Kebanyakan genre lagu moden hari ini menggunakan gitar eletrik. Rock, Metak, Punk, Alternative, Blues, R&B misalnya antara genre yang tak sah kalau takde electric guitar.
Kelebihan gitar elektrik:
(i) Senang dimainkan kerana fretboard (fingerboard) yang kecil dan nipis serta lebar string yang lebih halus dari tali untuk gitar elektrik.
(ii) Skop music yang lebih luas kerana boleh ditambah dengan effect seperti distortion, reverb, delay, wah etc.
(iii) Banyak variasi bentuk gitar elektrik. Antara body type yang biasa dilihat seperti stratocaster dan telecaster type (Fender) atau Les Paul dan Fliying-V type (Gibson). Ada jugak gitar yang unik seperti double-neck (twin) guitar, 7-string guitar etc.
(iv) Mudah dari segi maintenance dan repair. Masalah yang selalu dialami oleh gitar elektrik seperti pickup tidak berfungsi, volume knob tak betul misalnya, selalunya kurang masalah body berbanding gitar akustik. Nak tukar electrical parts lebih mudah dan tidak mahal.
Kelemahan gitar elektrik:
(i) Kena ingat kalau nak beli gitar elektrik, kena beli jugak guitar amp. So kena masukkan amp dalam budget (rujuk “Kira Budget”). Bagaimanapun, guitar amp kecil (10W-30W) dalam lingkungan harga RM50-250 biasanya sudah cukup bagus untuk permulaan.
(ii) Guitar elektrik dan guitar amp adalah seperti irama dan lagu – tak dapat dipisahkan. Portable-wise, gitar elektrik bukan lah satu pilihan yang tepat seperti untuk bawak pegi pantai dengan member misalnya. Kena pikir jugak kat mana nak cucuk plug untuk amp.
(iii) Sesetengah gitar elektik terutama yang terlalu murah, mudah lari tune walaupun tak semua. Masalah lari tune adalah syarat wajib yang harus dielakkan semasa main gitar.
image
B) Gitar Akustik
acoustic-guitarJuga merupakan jenis gitar yang popular. Di Malaysia gitar jenis ini lebih glamer dengan panggilan “gitar kapok” dan selalu dimainkan untuk “rock kapak”. Banyak orang yang tidak faham perbezaan antara akustik dan klasik. Perbezaan gitar akustik dengan gitar klasik antaranya terletak pada jenis tali (string) yang diguna. Tali gitar akustik adalah steel-base string manakala tali gitar classic (termasuk flamenco dan bossa-nova) menggunakan nylon-base string (tali 1-3 walaupun ada menggunakan steel, tapi disalut pada tali base nylon).
Kelebihan gitar akustik:
(i) Boleh dimainkan tanpa amp.
(ii) Boleh dibawa dan dimain di mana-mana (kecuali tempat-tempat tertentu seperti masjid, tanah perkuburan, musium dsbg.)
(iii) Walaupun tak perlu amp, bunyi yang keluar dari gitar akustik cukup kuat untuk main sambli nyanyi ramai ramai semasa berkelah misalnya, sebab gitar akustik pakai steel strings.
(iv) Variasi muzik yang luas dan selalunya gitar akustic “masuk” untuk dimainkan apa apa genre.
(v) Selalunya gitar akustik tidak mudah lari tune kerana lebar string yang lebih besar berbanding gitar eletrik kecuali masalah loose nut atau dimainkan dibawah pengaruh matahari atau pencahayaan yang kuat.
Kelemahan gitar akustik:
(i) Memerlukan penjagaan yang lebih dan kos repair yang agak mahal. (Kalau nak tahan lama la – sebab aku tengok ramai yang reti beli aje gitar tapi tak reti bela)
(ii) Believe it or not, secara purata gitar akustik lebih mahal terutama yang sudah dimasukkan ke kategori vintage seperti Martin Guitars.
(iii) Kebanyakan beginner give-up tengah jalan sebab alasan – susah nak main, tali keras, jari saya kecik, tekan tak kuat..
(iv) Sesetengah gitar mempunyai fretboard dan body yang besar.
image
(C) Gitar Klasik

classical_guitarKonsep yang hampir sama dengan gitar akustik, tetapi menggunakan string nylon.
Kelebihan gitar klasik:
(i) Sesuai untuk lagu lagu klasik, spanish style flamenco, bossa nova dan fingerstyle-technique.
(ii) Tali nylon walaupun tebal, tetapi lembut dan mudah dimainkan. Justeru, sesuai untuk beginner.
(iii) Bunyi gitar yang lebih lembut dan romantik tapi passionate.
Kelemahan gitar klasik:
(i) Genre muzik yang agak terhad.
(ii) Jarak antara string dan antara fret yang besar, justeru fretboard yang lebih lebar. Gitar ini susah dimainkan oleh mereka yang mempunyai jari yang kecil dan comel.
(iii) Memerlukan penjagaan yang lebih dan kos repair yang agak mahal.
(iv) Kebanyakan gitar klasik yang elok mempunyai harga yang jauh lebih mahal dari akustik dan elektrik. Ada gitar vintage klasik yang mencecah jutaan RM.
Kesimpulan : Pilih gitar yang sesuah mengikut gaya, citarasa dan genre anda. Kalau masih belum pasti, aku nasihatkan cuba gitar akustik. Gitar akustik memang sukar dimain pada permulaan. Tetapi selepas banyakkan latihan, dan setelah biasa dengan gitar akustik, lepas tu 99.9% anda dijamin takde masalah untuk main gitar elektrik. Kalau biasa sangat main gitar lembut sekali kena akustik jari krem. Gunakan gauge yang lebih halus. Biasanya pada kotak set tali gitar akustik tu ada tulis “Heavy”, “Medium”, “Light”, “Extra Light” etc. Pilih tali “Extra Light”. Tali jenis ini lebih senang nak main. Cuma bunyinya tidak sekuat berbanding kalau guna medium atau heavy gauge strings. Pilih juga gitar yang mempunyai body yang lebih kecik seperti OOO- (triple O) type atau OO- (double O) type. Elakkan D-type atau Jumbo type.
image
 
 
SUMBER: https://langkawikedah.wordpress.com/2014/06/20/jenis-jenis-gitar/

BUDAYA POLITIK

Budaya politik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya.

Bagian-bagian budaya politik

Secara umum budaya politik terbagi atas tiga :
  1. Budaya politik apatis (tidak acuh, masa bodoh, dan pasif)
  2. Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi)
  3. Budaya politik partisipatif (aktif)

Tipe-tipe Budaya politik

  • Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di katakan Parokial apabila frekuensi orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut. Tipe budaya politik ini umumnya terdapat pada masyarakat suku Afrika atau masyarakat pedalaman di Indonesia. dalam masyarakat ini tidak ada peran politik yang bersifat khusus. Kepala suku, kepala kampung, kyai, atau dukun,yang biasanya merangkum semua peran yang ada, baik peran yang bersifat politis, ekonomis atau religius.
  • Budaya politik kaula (subjek),yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif. Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan subyek jika terdapat frekuensi orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output atau terdapat pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah. Namun frekuensi orientasi mengenai struktur dan peranan dalam pembuatan kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak terlalu diperhatikan. Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah dan secara efektif mereka di arahkan pada otoritas tersebut. Sikap masyarakat terhadap sistem politik yang ada ditunjukkan melalui rasa bangga atau malah rasa tidak suka. Intinya, dalam kebudayaan politik subyek, sudah ada pengetahuan yang memadai tentang sistem politik secara umum serta proses penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah.
  • Budaya politik partisipan,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik. Mereka memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum, tentang peran pemerintah dalam membuat kebijakan beserta penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam proses politik yang berlangsung. Masyarakat cenderung di arahkan pada peran pribadi yang aktif dalam semua dimensi di atas, meskipun perasaan dan evaluasi mereka terhadap peran tersebut bisa saja bersifat menerima atau menolak.

Budaya politik yang berkembang di indonesia

Gambaran sementara tentang budaya politik Indonesia, yang tentunya harus di telaah dan di buktikan lebih lanjut, adalah pengamatan tentang variabel sebagai berikut :
  • Konfigurasi subkultur di Indonesia masih aneka ragam, walaupun tidak sekompleks yang dihadapi oleh India misalnya, yang menghadapi masalah perbedaan bahasa, agama, kelas, kasta yang semuanya relatif masih rawan/rentan.
  • Budaya politik Indonesia yang bersifat Parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di lain pihak, di satu segi masa masih ketinggalan dalam mempergunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin di sebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, dan ikatan primordial.
  • Sikap ikatan primordial yang masih kuat berakar, yang di kenal melalui indikatornya berupa sentimen kedaerahan, kesukaan, keagamaan, perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu; purutanisme dan non puritanisme dan lain-lain.
  • kecendrungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi sikap paternalisme dan sifat patrimonial; sebagai indikatornya dapat di sebutkan antara lain bapakisme, sikap asal bapak senang.
  • Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam masyarakat.

Budaya Politik di Indonesia

  • Hierarki yang Tegar/Ketat
Masyarakat Jawa, dan sebagian besar masyarakat lain di Indonesia, pada dasarnya bersifat hirarkis. Stratifikasi sosial yang hirarkis ini tampak dari adanya pemilahan tegas antara penguasa (wong gedhe) dengan rakyat kebanyakan (wong cilik). Masing-masing terpisah melalui tatanan hirarkis yang sangat ketat. Alam pikiran dan tatacara sopan santun diekspresikan sedemikian rupa sesuai dengan asal usul kelas masing-masing. Penguasa dapat menggunakan bahasa 'kasar' kepada rakyat kebanyakan. Sebaliknya, rakyat harus mengekspresikan diri kepada penguasa dalam bahasa 'halus'. Dalam kehidupan politik, pengaruh stratifikasi sosial semacam itu antara lain tercemin pada cara penguasa memandang diri dan rakyatnya.
  • Kecendrungan Patronage
Pola hubungan Patronage merupakan salah satu budaya politik yang menonjol di Indonesia.Pola hubungan ini bersifat individual. Dalam kehidupan politik, tumbuhnya budaya politik semacam ini tampak misalnya di kalangan pelaku politik. Mereka lebih memilih mencari dukungan dari atas daripada menggali dukungn dari basisnya.
  • Kecendrungan Neo-patrimonisalistik
Salah satu kecendrungan dalam kehidupan politik di Indonesia adalah adanya kecendrungan munculnya budaya politik yang bersifat neo-patrimonisalistik; artinya meskipun memiliki atribut yang bersifat modern dan rasionalistik zeperti birokrasi, perilaku negara masih memperlihatkan tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial.
Ciri-ciri birokrasi modern:
  • Adanya suatu struktur hirarkis yang melibatkan pendelegasian wewenang dari atas ke bawah dalam organisasi
  • Adanya posisi-posisi atau jabatan-jabatan yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tegas
  • Adanya aturan-aturan, regulasi-regulasi, dan standar-standar formalyang mengatur bekerjanya organisasi dan tingkah laku anggotanya
  • Adanya personel yang secara teknis memenuhi syarat, yang dipekerjakan atas dasar karier, dengan promosi yang didasarkan pada kualifikasi dan penampilan.

SUMBER: https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_politik